PROSES BISNIS PERUSAHAAN MEDIA INDONESIA (ANALISIS SWOT, Core Competence & Competitive Advantage)

16 08 2011

Busnis Process

  • History
  • Competence Capability

Support Data

  • Revenue Growth
  • Cost Growth
  • Profit
  • Expantion

Competitiveness

  • Competitive Advantage
  • Core Competence

Internationalization Proses

PROSES BISNIS PERUSAHAAN MEDIA INDONESIA

 

A.  Sejarah MEDIA INDONESIA

Media Indonesia pertama kali diterbitkan pada tanggal 19 January 1970. Sebagai surat kabar umum pada masa itu, Media Indonesia baru bisa terbit 4 halaman dengan tiras yang amat terbatas. Berkantor di Jl. MT. Haryono, Jakarta, disitulah sejarah panjang Media Indonesia berawal. Lembaga yang menerbitkan Media Indonesia adalah Yayasan Warta Indonesia.

Tahun 1976, surat kabar ini kemudian berkembang menjadi 8 halaman. Sementara itu perkembangan regulasi di bidang pers dan penerbitan terjadi. Salah satunya adalah perubahan SIT (Surat Izin Terbit) menjadi SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers). Karena perubahan ini penerbitan dihadapkan pada realitas bahwa pers tidak semata menanggung beban idealnya tapi juga harus tumbuh sebagai badan usaha.

Dengan kesadaran untuk terus maju, pada tahun 1988 Teuku Yousli Syah selaku pendiri Media Indonesia bergandeng tangan dengan Surya Paloh, mantan pimpinan surat kabar Prioritas. Dengan kerjasama ini, dua kekuatan bersatu : kekuatan pengalaman bergandeng dengan kekuatan modal dan semangat. Maka pada tahun tersebut lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru dibawah PT. Citra Media Nusa Purnama.

Surya Paloh sebagai Direktur Utama sedangkan Teuku Yousli Syah sebagai Pemimpin Umum, dan Pemimpin Perusahaan dipegang oleh Lestary Luhur. Sementara itu, markas usaha dan redaksi dipindahkan ke Jl. Gondangdia Lama No. 46 Jakarta.

Awal tahun 1995, bertepatan dengan usianya ke 25 Media Indonesia menempati kantor barunya di Komplek Delta Kedoya, Jl. Pilar Mas Raya Kav.A-D, Kedoya Selatan, Jakarta Barat. Di gedung baru ini semua kegiatan di bawah satu atap, Redaksi, Usaha, Percetakan, Pusat Dokumentasi – Perpustakaan, Iklan, Sirkulasi dan Distribusi serta fasilitas penunjang karyawan.

Sejarah panjang serta motto “ Pembawa Suara Rakyat “ yang dimiliki oleh Media Indonesia bukan menjadi motto kosong dan sia-sia, tetapi menjadi spirit pegangan sampai kapan pun.

Dengan sejarah tersebut motto “Pembawa Suara Rakyat” yang dimiliki Media Indonesia bukan sekedar omong kosong dan sia-sia. Ia menjadi lebih bermakna dengan spirit yang terus terbawa hingga saat ini. Oleh karena itu untuk mewujudkan semua itu lahirlah Media Indonesia Online (MIOL) sendiri lahir pada awal tahun 1990-an dilatarbelakangi perkembangan teknologi komunikasi yang semakin berkembang pesat di Indonesia saat itu. MIOL menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perusahaan Media Indonesia, karena kelahiran MIOL sendiri bertujuan sebagai upaya meningkatkan pelayanan mutu dan kualitas informasi bagi khalayak pembaca.

Manajemen MIOL sendiri masih satu atap dengan Harian Umum Media Indonesia, alasannya terletak pada penyajian berita-berita teraktual yang belum diterbitkan pada Harian Umum Media Indonesia bisa diakses melalui Media Indonesia Online, dengan cara seperti itu kepuasan bagi pembaca akan terpenuhi.

Sejak Media Indonesia ditangani oleh tim manajemen baru di bawah payung PT Citra Media Nusa Purnama, banyak pertanyaan tentang apa yang menjadi visi harian ini dalam industri pers nasional. Terjun pertama kali dalam industri pers tahun 1986 dengan menerbitkan harian Prioritas. Namun Prioritas memang kurang bernasib baik, karena belum cukup lama menjadi koran alternatif bangsa, SIUPP-nya dibatalkan Departemen Penerangan. Antara Prioritas dengan Media Indonesia memang ada “benang merah”, yaitu dalam karakter kebangsaannya.

Surya Paloh sebagai penerbit Harian Umum Media Indonesia, tetap gigih berjuang mempertahankan kebebasan pers. Wujud kegigihan ini ditunjukkan dengan mengajukan kasus penutupan Harian Prioritas ke pengadilan, bahkan menuntut Menteri Penerangan untuk mencabut Peraturan Menteri No.01/84 yang dirasakan membelenggu kebebasan pers di tanah air.

Tahun 1997, Djafar H. Assegaff yang baru menyelesaikan tugasnya sebagai Duta Besar di Vietnam dan sebagai wartawan yang pernah memimpin beberapa harian dan majalah, serta menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum LKBN Antara, oleh Surya Paloh dipercayai untuk memimpin harian Media Indonesia sebagai Pemimpin Redaksi. Saat ini Djafar H. Assegaff dipercaya sebagai Corporate Advisor. Para pimpinan Media Indonesia saat ini adalah : Direktur Utama dijabat oleh Rahni Lowhur Schad, Direktur Pemberitaan dijabat oleh Saur Hutabarat dan dibidang usaha dipimpin oleh Alexander Stefanus selaku Direktur Pengembangan Bisnis.

“Waktu berganti, warna berubah, tetapi visi untuk membangun sebuah harian independen serta menatap hari esok yang lebih baik, tetap tidak berubah”.

B.  Kemampuan bersaing perusahaan diawal perkembangan sampai saat ini.

Pada awal perkembangannya sulit bagi perusahaan Media Indonesia untuk bersaing dengan perusahaan sejenis yang bergerak dibidang media cetak surat kabar yang telah lebih dulu eksis didunia tersebut dan didukung dengan tokoh berpengaruh yang memimpin media tersebut. Awal perkembanganya media indonesia harus bersaing dengan Penerbit Media Group yang dipimpin oleh Yakop Utama, wartawan senior, harus berhadapan dengan Kartini Group, yang sudah puluhan tahun memasuki bisnis penerbitan, Pos Kota Group yang di otaki Harmoko, mantan Menpen RI dan Grafisi Group yang di Back up oleh pengusaha terkenal Ir. Ciputra, bos Jaya Group.

Kendati kondisi pasar pers begitu ramai dengan persaingan. Surya Paloh sedikit pun tak bergeming. Bahkan ia berani mempertaruhkan modal dalam jumlah relatif besar, dengan melakukan terobosan-terobosan baru yang tak biasa dilakukan oleh pengusaha terdahulu. Dengan mencetak berwarna misalnya. Ia berani menghadapi risiko rugi atau bangkrut. Ia sangat kreatif dan inovatif. Dan, ia berhasil. Surya Paloh menghadirkan koran Proritas di pentas pers nasional dengan beberapa keunggulan. Pertama, halaman pertama dan halaman terakhir di cetak berwarna. Kedua, pengungkapan informasi kelihatan menarik dan berani. Ketika, foto yang disajikan dikerjakan dengan serius. Faktor-faktor itulah yang menyebabkan koran ini dalam waktu singkat, berhasil mencapai sirkulasi lebih 100 ribu eksemplar. Tidak sampai setahun, break event point-nya sudah tercapai.

Ancaman yang selalu menghantui Prioritas justru bukan karena kebangkrutan, tetapi pencabutan SIUPP oleh pemerintah. Koran Prioritas mati dalam usia yang terlalu muda. Pemberitaannya dianggap kasar dan telanjang. Inilah risiko terberat yang pernah dialami Surya Paloh dengan surat kabar yang didirikan nya yaitu Prioritas. Tidak berputus asa dengan kejadian yang di alami nya bekerja sama dengan perusahaan yang didirikan Teuku Yousli Syah, Media Indonesia dibawah perusahaan PT. Citra Media Nusa Purnama. Surya Paloh menjabat sebagai Direktur Utama Harian Umum Media Indonesia. Antara Surat Kabar Prioritas dan Harian Umum Media Indonesia  memang ada “benang merah”, yaitu dalam karakter kebangsaannya.

Sampai sekarang pun Harian Umum Media Indonesia mepunyai ciri khas tersendiri dari segi penyajian berita, yang berusaha untuk Independent tidak terpengaruh dengan salah satu partai politik yang berkuasa, sebagai pembawa suara rakyat. Mencetak warna bagian penting pada halaman utama surat kabar menjadi daya tarik tersendiri oleh konsumen dan pengarapan foto dengan serius sebagai gambaran realita kejadian sebuah berita.

Media Group (kelompok usaha media) yang didirikan Surya Paloh sampai saat ini terdiri dari

1.      Harian Media Indonesia

Harian Umum (surat kabar) yang terbit setiap hari dengan liputan berita dalam dan luar negeri.

2.      Lampung Post

Harian Umum (surat kabar) daerah provinsi Lampung, yang banyak menyajikan berita lokal dan nasional.

3.      Borneonews

Harian Umum (surat kabar) daerah dari Kalimantan, yang terbit setiap hari dengan lebih memfokuskan berita lokal dan otonomi daerah.

4.      Stasiun Televisi Metro tv

Media Elektronik Metro tv yang menyajikan berita – berita up to date baik dalam negeri maupun mancanegara.

 5.      Yayasan Sukma

Berawal dari bencana alam tsunami yang melanda aceh beberapa tahun yang lalu, yayasan ini membantu anak – anak korban dari bencana alam tersebut.

6.      Kick Andy Foundation

Tayangan yang dikelola oleh Andy Flores Noya, yang menggugah hati pemirsa atas realita kehidupan orang yang sedang mengalami kesulitan dan mengumpulkan dana untuk orang – orang yang serba kekurangan baik fisik maupun materi.

 

2.  Data – data pendukung berdasarkan :

A.  Revenue Growth

B.   Cost Growth

C.   Profit

D.  Expantion

3.  SWOT ANALISIS

Didalam perkembangan MEDIA INDONESIA melakukan langgkah – langkah strategis sebagai proses bisnis yang dilalui media tersebut, berawal dari Surat Kabar Harian Umum yang terbit setiap hari sampai dengan memasuki dunia media elektronik (Mertro Tv), bekerja sama dengan surat kabar lokal (Lampung Post dan Borneonews) yang berdomisili di daerah (provinsi) sampai dengan mendirikan yayasan korban bencana alam (Yayasan Sukma) dan Kick Andy Foundation (sebagai acara Tv Show yang menampilkan kesulitan manusia dalam menjalani kehidupan dengan segenap kekurangan, mencari donatur pengumpulan dana untuk mereka yang memerlukan nya). Semua nya itu dibawah bendera MEDIA GROUP yang dipimpin oleh Surya Paloh.

1.    INTERNAL ENVIRONMENTAL FACTORS

STRENGTH (KEKUATAN)   – S

  • Didukung oleh wartawan dan redaktur yang profesional (SDM) dibidang nya masing – masing.
  • Penggunaan Teknologi Informasi (IT) yang modern, dibuktikan dengan penggunaan teknologi pencetakan di bagian produksi dan adanya Website http//mediaindonesia.com (mediaindonesia online) yang berisikan berita – berita up to dite setiap waktunya, yang dikelola oleh tenaga – tenaga IT profesional.
  • Fasilitas produksi, penjualan, penyetingan, kantor dan lain – lain yang terdapat didalam satu kawasan (satu atap) untuk memudah kan koordinator dan penghematan waktu.
  • Mencetak halaman berwarna dihalaman – halaman tertentu.
  • Independent, sebagai pembawa suara rakyat yang tidak terpengaruh terhadap kekuatan politik / partai yang sedang berkuasa.
  • Didukung dengan finansial yang kuat.

WEAKNESS (KELEMAHAN)   – W

  • Produk layanan yang hampir sama dengan pesaing Gramedia Group (koran kompas) yang lebih dulu menguasai pasar.
  • Kolom iklan yang masih terbatas akibat oplah penjualan masih di bawah pesaing.
  • Berita yang disajikan hampir sama dengan pesaing.

 

2.    EXTERNAL ENVIRONMENTAL FACTORS

OPPORTUNITIES (PELUANG) – O

  • Budaya masyarakat yang masih mencari berita/informasi dan lowongan kerja dari surat kabar.
  • Harga/biaya yang dikeluarkan cukup murah dibandingkan dengan media lain.
  • Kemudahan mendapatkan surat kabar.
  • Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan berita/informasi semakin hari semakin meningkat dengan kecepatan perkembangan informasi tersebut.
  • Kondisi politik yang relatif stabil dan lebih demokrasi dalam memberikan kebebasan pers dalam meliput berita / memberikan informasi kepada masyarakat.

THREATS (ANCAMAN)  – T

  • Terbitnya surat kabar – surat kabar baru dengan berita yang lebih vulgar.
  • Perang harga yang dilakukakan oleh kompetitor baru dengan menurunkan harga penjualan surat kabar tersebut.
  • Keunggulan akses kompetitor.
  • Inovasi – inovasi kompetitor dengan melakukan perubahan dalam segi pemberitaan, penyetingan gambar dan penggarapan kolom lowongan kerja.

 

STRENGS TO OPPORTUNITIES   ( S – O )

  • Memanfaatkan teknologi percetakan untuk menghasilkan karya yang berkualitas dengan tidak mengurangi kualitas berita yang disajikan oleh wartawan – wartawan yang profesional.
  • Memanfaatkan teknologi informasi (IT) untuk memberikan kemudahan pengaksessan masyarakat di dalam maupun di luar negeri dengan membuka website http//mediaindonesia.com.
  • Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan berita dan informasi lowongan pekerjaan, dengan menyediakan iklan lowongan kerja sebanyak mungkin dan menurunkan harga iklan baris semin mungkin.
  • Keamanan kondisi politik yang lebih stabil untuk memberitakan kondisi rakyat kepada pemerintah.

STRENGS TO THREATS     ( S – T )

  • Mencetak halaman berwarna untuk menarik konsumen dan penggarapan foto yang lebih serius.
  • Memberikan discount kepada pengecer koran.
  • Isi berita yang lebih kepada rakyat sebagai pembawa suara rakyat.
  • Penggunaan teknologi IT untuk mempermudah pengaksesan berita oleh masyarakat.

WEAKNESS TO OPPORTUNITIES      ( W –  O )

  • Walaupun produk layanan hampir sama dengan pesaing (kompetitor), namun masyarakat bisa menilai kualitas dari suatu berita dengan penyajian yang berorientasi kepada rakyat.
  • Walaupun kolom iklan yang masih dibawah pesaing sebagai penjualan oplah namun dari segi harga lebih kompetitif dari kompetitor.

WEAKNESS TO THREATS   ( W – T )

  • Terbitnya surat kabar baru dengan berita yang lebih vulgar menjadi penilaian sendiri oleh masyarakat.
  • Perang harga yang dilakukan kompetitor dengan menurunkan harga berakibat dengan kualitas produk yang dijual.
  • Banyak kolom iklan di suatu surat kabar tidak maksimal nya berita yang di sajikan surat kabar tersebut.

 

4.  COMPETITIVENESS

A.  Competitive Advantage

keuntungan bersaing surat kabar (Harian Umum Media Indonesia) dengan sejumlah kompetitor yang lebih dulu atau lebih unggul dan  kompetitor baru yang bermunculan menjadikan harian umum media indonesia mempunyai warna tersendiri dengan ciri kas penyajian pemberitaan sebuah informasi kepada masyarakat dan sebagai alternatif masyarakat untuk memilih berita dengan kemasan dan penyajian yang berbeda. Harian yang sebagai pembawa suara rakyat mempunyai tempat sendiri didalam masyarakat yang memilih berita lebih cocok dengan kebutuhannya.

B.  Core Competence

Kemampuan inti Media Indonesia menyajikan berita – berita yang lebih kepada kempentingan rakyat dengan slogan nya “membawa suara rakyat” diiringi dengan berita – berita yang up to dite dengan karakter kebangsaannya. Sebagai media yang mempermudah pengaksessan nya oleh masyarakat tertentu baik didalam negeri maupun diluar negeri (mancanegara) dengan menyediakan layanan online (MIOL).

Iklan

Aksi

Information

2 responses

27 06 2013
SGP senin

Thanks Infonya ,,ane coba dl make Analisis SWOT nya

11 09 2013
tohaghafara

iya sama2.,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: